Selasa, 09 November 2010

PEMANFAATAN ASAP CAIR BATOK KELAPA SEBAGAI OBAT LUKA LUAR

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Sebagai salah satu Negara Agraris, tanah Indonesia memiliki potensi yang sangat baik sebagai tempat penanaman berbagai jenis pepohonan. Tidak terkecuali untuk pohon kelapa, mulai dari pohon kelapa hijau, pohon kelapa gading sampai kelapa sawit dapat tumbuh dengan suburnya di tanah Indonesia.
Termasuk Provinsi Lampung, yang terdapat berhektar-hektar tanah yang diperuntukkan hanya untuk tanaman kelapa. Tidak hayal banyak sekali perusahaan pohon kelapa yang berdiri di Lampung.
Sangat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman ini, mulai dari daun, buah, batang, sampai akarnya pun memiliki manfaat, karena itulah masyarakat banyak menyebut pohon kelapa sebagai pohon serbaguna. Pada buahnya, ada beberapa bagian yang sangat penting yang dapat dimanfaatkan sebagai obat atau makanan yang sangat baik bagi kesehatan tubuh, seperti air kelapa. Selain dapat digunakan sebagai minuman segar ternyata air kelapa tersebut dapat digunakan sebagai isotonik alami pengganti ion tubuh setelah seharian beraktifitas. Selain itu batok kelapa, dapat dibuat arang dan digunakan sebagai bahan bakar. Ternyata selain itu asap dari pembakaran arang batok kelapa ,mengandung uap air. Uap arang batok kelapa dapat juga digunakan sebagai antibiotik untuk luka luar, seperti lecet-lecet atau koreng.
Akan tetapi masyarakatumum belum banyak yang mengetahui tentang hal tersebut. Masyaraka tmasih banyak yang menggunakan balsam untuk mengobati luka koreng atau lecet. Padahal fungsi balsam tersebut hanya untuk obat seperti kesleo,dan badan pegal-pegal. Selain itu masyarakat juga tidak menyadari efek samping apabila balsam itu digunakan sebagai obat luka, bahwa balsam tersebut dapat menyebabkan luka tersebut semakin melebar atau membesar.
Faktor lain yang menyebabkan masyarakat selalu menggunakan balsem sebagai obat luka luar adalah karena harga dari antibiotik untuk luka ini sangat mahal sehingga untuk ukuran masyarakat menengah ke bawah tidak mungkin sanggup untuk membelinya.
Bardasarkan penjalasan di atas, maka kami sebagai generasi muda merasa
tergugah untuk mengadakan suatu penelitian mengenai kandungan yang terdapat pada asap cair dari pembakaran batok kelapa yang dapat digunakan sebagai obat luka luar seperti koreng atau lecet-lecet.

Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi oleh :
• Asap cair yang digunakan berasal dari pembakaran tempurung kelapa.

Rumusan Masalah
Untuk memperoleh ketajaman hasil dalam penelitian ini, maka penulis
membuat rumusan masalah sebagai berikut :
• Apakah Uap air dari pembakaran batok (tempurung ) kelapa dapat digunakan sebagai antibiotik untuk luka luar, seperti koreng atau lecet-lecet?
• Apa saja kandungan yang terdapat pada uap air dari pembakaran batok kelapa sehingga dapat digunakan sebagai antibiotik untuk luka luar?
• Apakah ada perhatian masyarakat terhadap pemanfaatan tempurung kelapa sebagai antibiotik untuk luka luar?

Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
• Untuk mengetahui Apakah Uap air dari pembakaran batok (tempurung ) kelapa dapat digunakan sebagai antibiotik untuk luka luar, seperti koreng atau lecet-lecet.
• Mengetahui kandungan atau zat-zat yang terkandung pada asap cair dari pembakaran tempurung kelapa tersebut sehingga dapat digunakan sebagai antibiotik untuk luka luar.

• Memberikan informasi, kepada masyarakat mengenai pemanfaatan batok
( tempurung ) kelapa tersebut sebagai antibiotik untuk luka luar. Dengan demikian limbah batok kelapa lebih bermanfaat.

Manfaat Penelitian
Hasil penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat memberikan informasi dan dukungan secara ilmiah mengenai potensi dari asap cair dari pembakaran tempurung kelapa yang bisa dipergunakan sebagai antibiotik untuk luka luar.

Hipotesis Penelitian
Derap arus modernisasi dan globalisasi dalam segala bidang kehidupan manusia ternyata tidak sepenuhnya membawa perubahan positif bagi pelestarian lingkungan. Masih banyak masyarakat yang melakukan pembakaran batok
( tempurung ) kelapa untuk pembuatan arang. Pembakaran tersebut menyebabkan kepulan asap yang banyak mengandung CO2 dan zat-zat kimia lainnya yang berakibat sangat fatal bagi kesehatan manusia maupun bagi bumi kita ini.
Demikian perlu adanya pemanfaatan” asap” dari pembakaran tersebut sebagai asap cair serhingga dapat dijadikan sebagai antibiotik alami untuk mengobati luka luar seperti lecet-lecet atau koreng.










TINJAUAN PUSTAKA


Kelapa
Tanaman kelapa (Cocos nucifera L) merupakan salah satu tanaman yang termasuk dalam famili Palmae dan banyak tumbuh di daerah tropis, seperti di Indonesia. Tanaman kelapa membutuhkan lingkungan hidup yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksinya. Faktor lingkungan itu adalah sinar matahari, temperatur, curah hujan, kelembaban, dan tanah.
(www.kompas.com//pohonkelapa)
Salah satu bagian yang terpenting dari tanaman kelapa adalah buah kelapa. Buah kelapa terdiri dari beberapa komponen yaitu kulit luar , sabut , tempurung kelapa, daging buah, dan air kelapa.
Adapun komposisi buah kelapa disajikan pada tabel 1 berikut.
Tabel 1 Komposisi buah kelapa

Bagian buah Jumlah berat (%)
Sabut
Tempurung
Daging buah
Air kelapa
35
12
28
25

(www.google.com//buahkelapa)

Tempurung Kelapa
Tempurung kelapa merupakan bagian buah kelapa yang fungsinya secara biologis adalah pelindung inti buah dan terletak di bagian sebelah dalam sabut dengan ketebalan berkisar antara 3–6 mm. Tempurung kelapa dikategorikan sebagai kayu keras tetapi mempunyai kadar lignin yang lebih tinggi dan kadar selulosa lebih rendah dengan kadar air sekitar enam sampai sembilan persen (dihitung berdasarkan berat kering) dan terutama tersusun dari lignin, selulosa dan hemiselulosa.
(www.google.com//tempurungkelapa)

Tabel 2 Komposisi kimia tempurung kelapa
Komponen Persentase
Selulosa 26,6 %
Hemiselulosa 27,7 %
Lignin 29,4 %
Abu 0,6 %
Komponen ekstraktif 4,2 %
Uronat anhidrat 3,5 %
Nitrogen 0,1 %
Air 8,0 %
(www.google.com//tempurungkelapa)

Asap
Asap adalah suspensi partikel kecil di udara (aerosol) yang berasal dari pembakaran tak sempurna dari suatu bahan bakar. Asap umumnya merupakan produk samping yang tak diinginkan dari api serta pendiangan, tapi dapat juga digunakan untuk pembasmian hama (fumigasi), komunikasi (sinyal asap), pertahanan (layar asap, smoke-screen) atau penghirupan tembakau atau obat bius. Asap kadang digunakan sebagai agen pemberi rasa (flavoring agent) dan pengawet untuk berbagai bahan makanan.
(www.google.com//wikipedia//asap)

Asap Cair
Merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Bahan baku yang banyak digunakan antara lain berbagai macam jenis kayu, bongkol kelapa sawit, tempurung kelapa, sekam, ampas atau serbuk gergaji kayu dan lain sebagainya. Selama pembakaran, komponen dari kayu akan mengalami pirolisa menghasilkan berbagai macam senyawa antara lain fenol, karbonil, asam, furan, alkohol, lakton, hidrokarbon, polisiklik aromatik dan lain sebagainya. Asap cair mempunyai berbagai sifat fungsional, seperti untuk memberi aroma, rasa dan warna karena adanya senyawa fenol dan karbonil sebagai bahan pengawet alami karena mengandung senyawa fenol dan asam yang berperan sebagai antibakteri dan antioksidan.
(www.google.com//wikipedia//asapcair)



Antibiotik
Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi.
(www.google.com//wikipedia//Antibiotik)

Macam-Macam Antibiotik
• Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel bakteri. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Beta-laktam, Penicillin, Polypeptida, Cephalosporin, Ampicillin, Oxasilin
• Antibiotik yang menghambat pertumbuhan bakteri . Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Quinolone, Rifampicin, Actinomycin D, Nalidixic acid, Lincosamides, Metronidazole
Antibiotik yang menghambat sintesis protein. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Macrolide, Aminoglycoside, Tetracycline, Chloramphenicol, Kanamycin, Oxytetracycline. (www.google.com//wikipedia//Antibiotik.


Penggunaan Antibiotik
Antibiotika bekerja sangat spesifik pada suatu proses, mutasi yang mungkin terjadi pada bakteri memungkinkan munculnya strain bakteri yang 'kebal' terhadap antibiotika. Itulah sebabnya, pemberian antibiotika dalam dosis yang cukup (dioleskan pada luka saja) sehingga bakteri segera mati. Penggunaan antibiotika yang tidak merata hanya membuka peluang munculnya tipe bakteri yang 'kebal'.
























METODOLOGI

Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 2 bulan terhitung sejak 13 Agustus sampai dengan 08 Oktober 2010. Tempat penelitian Laboraturium SMA NEGERI 1 METRO dan kediaman penulis di desa Astomulyo, Lampung Tengah.

Metode Penelitian
Metode penelitian :
• Deskriptif analisis yaitu dengan mengembangkan konsep dan menghimpun data

Teknik Pengumpulan data :
• Observasi lapangan
• Study Pustaka ( Tinjauan Kepustakaan)
Teknik ini berupa teknik analisis data sekunder yang ditelaah secara menyeluruh. Adapun proses pengolahan data sekunber tersebut, melalui tahapan seperti mempelajari data secara runtut, menilai/menimbang, membandingkan dengan sumber data lain ( mencari suatu titik temu dari beberapa data yang berbeda) yang terakhir menginterpretasikan data dalam bentuk Ikhtisar.

Alat dan Bahan
Alat :
• Panci
• Korek api
• Pipa
• Alat penampung asap cair ( botol )


Bahan :
• Batok kelapa
• Sempel luka

Langkah Kerja:
Langkah kerja yang penulis lakukan, antara lain :
• Pisahkan antara sabut kelapa, tempurung kelapa, dan daging buah kelapa lalu ambil tempurung kelapa. Kemudian bersihkan tempurung kelapa dengan air bersih.
• Keringkan tempurung kelapa tersebut dengan cara menjemurnya kurang lebih 1 hari ( dalam cuaca yang cerah ).
• Setelah kering mulailah bakar tempurung tersebut.
Langkah membakar dan pengambilan asap cair.
• Masukkan batok kelapa itu ke dalam panci lalu bakar( tanpa memberi campuran minyak tanah) tutup panci menggunakan tutup panci atau sungkup yang tlah disediakan, agar asap dari pembakaran tersebut bisa terkimpul.
• Alirkan asap tersebut kedalam botol penampung asap , di sanalah terjadi proses kondensasi asap menjadi asap cair.
• Ambil asap cair tersebut dari bak penampung.
Langkah pengobatan dan pengambilan data.
• Siapkan sempel luka yang akan diobati.
• Oleskan asap cair batok kelapa tersebut pada luka lecet atau koreng secara menyeluruh.
• Pemberian asap cair harus dilakukan secara teratur, yaitu 2 x sehari selama 3 hari.
• Amati perubahan yang terjadi pada luka tersebut dimulai dari hari pertama sampai hari ketiga.


HASIL dan PEMBAHASAN

Hasil
Berikut ini tabel hasil pengamatan kandungan dari asap cair tempurung kelapa.
Tabel 3 Kandungan Asap cair tempurung kelapa
Kandungan Jumlah (%)
Fenol 5.13
Karbonil 13.28
Senyawa asam 12.39
air 11

Tabel 4 Perubahan kondisi luka lecet atau koreng selama 3 hari

Hari ke- Perubahan yang terjadi
1

• Pada pemberian pertama dan kedua belum ada perubahan yang terjadi pada luka atau lecet.
(selang waktu antara pemberian
pertama dan kedua adalah 6jam)
2
• Pada hari kedua, telah terjadi perubahan. Perubahan yang terjadi adalah luka mulai kering walaupun belum secara keseluruhan.
3 • Pada hari ketiga, semua bagian yang luka sudah kering secara menyeluruh.
Keterangan:
• Selang waktu antara memberian pertama dan kedua pada hari pertama adalah 6 jam. Yang bertujuan agar pemberian pertama tidak sia-sia. Tidak ubahnya pada hari pertama, pemberian asap cair pada hari kedua dan ketiga dsama dengan hari pertama,

Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian di atas, tertera beberapa zat yang dikandung oleh asap cair dari tempurung kelapa. Salah satunya adalah fenol. Fenol adalah zat yang berperan sebagai antioksidan dan antibakteri. Selain itu terdapat pula senyawa- senyawa asam yang mempunyai peran yang sama dengan fenol yaitu sebagai antibakteri, yang memiliki fungsi menekan atau memberhentikan proses biokimia dalam organisme, khususnya bakteri.
Pada penelitian yang kami lakukan menitik beratkan pada kandungan antibakteri yang terkandung pada asap cair ini. Tidak ubahnya dengan Antibiotik, antibakteri juga mempunyai peranan dan cara kerja yang sama dengan antibiotik, yaitu menekan atau memberhentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi karna bakteri. Penggunaan antibakteri khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi seperti luka lecet atau koreng.

Macam-macam antibiotik yang terdapat di pasaran seperti:
• Pinicilin yang merupakan antibiotik yang paling populer dan terkenal di masyarakat. Kemampuan pinicilin dalam menghambat atau memberhentikan proses biokimia yang terdapat pada bakteri. Cara kerjanya yang pertama, pinisilin tersebut menghambat sintesis pada dinding sel bakteri setelah itu dinding sel tersebut perlahan-lahan akan dihancurkan.

Jika dihubungkan dengan kandungan senyawa yang terdapat pada asap cair tempurung kelapa, seperti fenol dan senyawa- senyawa asam, pinicilin ini bisa dikatakan sebagai produk kimianya sedangkan fenol dan senyawa-senyawa asam sebagai produk alaminya. Walaupun berbeda bentuk, fungsi dan manfaat dari keduanya adalah sama, sama – sama dipergunakan sebagai anti bakteri untuk mengobati luka luar seperti lecet-lecet dan koreng.

Tabel 4 berisikan perubahan kondisi luka lecet atau koreng selama 3 hari. Dalam waktu 3 hari, luka yang menjadi sempel penelitian telah sembuh total. Ditandai dengan luka telah kering secara keseluruhan. Walaupun bekas dari luka tersebut belum sepenuhnya hilang.


PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :
1. Asap cair dari pembakaran tempurung kelapa, dapat dipergunakan sebagai obat luka luar seperti lecet atau koreng.
2. Zat-zat yang terkandung oleh asap cair tempurung kelapa antara lain fenol, karbonil dan senyawa-senyawa asam yang berperan sebagai antibakteri sehingga asap cair tersebut bisa dijadikan sebagai obat luka luar.

Saran
1. Kepada masyarakat yang memliki limbah batok kelapa, diharapkan lebih memanfaatkan limbah batok kelapa, sebagai antibiotik luka luar.

1 komentar:

  1. smoke liquid atau asap cair dari tempurung kelapa lebih berguna untuk pengganti natrium benzoat yg rumusnya NaC7H5O2 (pengawet makanan) . contoh untuk bandeng asap atau daging asap.

    BalasHapus